Mengenal Strategi Localization Dalam Bisnis

Farmerjohnsplot –┬áBaru-baru ini Twitter ramai mengunggah screenshot brand Ikea Malaysia ke media sosial Instagram. Alasan viralitas foto ini adalah daripada menggunakan model profesional, mereka lebih memilih model dari masyarakat lokal yang mewakili negaranya, padahal Ikea sendiri adalah orang Swedia. Jenis strategi ini juga sering digunakan oleh merek lain, meski dalam praktiknya tidak selalu penggunaan model atau kampanye di media sosial.

Biasanya jenis strategi ini digunakan oleh merek-merek global besar untuk memudahkan masuk ke pasar lokal negara tersebut, nama strateginya adalah lokasi.

Meskipun hal ini sudah umum diketahui, biasanya merek asing sulit masuk ke negara tersebut, sehingga diperlukan strategi seperti itu

Strategi lokalisasi adalah proses mengadaptasi konten, produk, dan layanan ke pasar lokal. Hal ini biasanya dilakukan dengan pendekatan yang unik, misalnya melalui kebiasaan berbelanja, perilaku konsumen dan pengenalan perbedaan budaya yang berbeda di setiap negara. Hal ini biasanya terjadi karena ketika suatu bisnis memasuki pasar baru, maka akan menjadi tantangan bagi pelanggan untuk merasa nyaman dan terbiasa berbelanja di sana.

Dengan menerapkan strategi ini, konsumen akan mendapatkan manfaat dan pengalaman yang serupa dengan yang diperoleh dengan berbelanja secara lokal. Meskipun Anda tidak perlu mengubah semua sistem untuk melakukan ini, merek cenderung menyesuaikannya. Jika ada sistem baru yang menarik minat konsumen karena tidak ada sebelumnya, itu sebenarnya bisa menjadi sorotan khusus.

Dalam prakteknya, ada beberapa hal mendasar yang biasa dilakukan untuk mengimplementasikan strategi ini

Masalah terbesar adalah norma budaya, misalnya bagaimana menyapa konsumen secara sopan di negara tertentu, misalnya jika ingin berekspansi ke Jepang, penambahan kata “setara” dapat diterapkan pada panggilan yang netral gender.

Preferensi transaksi pembelian jasa backlink pada umumnya berbeda dari satu negara ke negara lain, misalnya di Jerman kartu kredit lebih jarang digunakan, sehingga metode pembayaran lain dapat digunakan.

Ini juga berlaku untuk transaksi online, misalnya di negara yang lebih sering menggunakan ponsel untuk melakukan pembelian daripada dari komputer desktop, sehingga situs web yang digunakan harus disesuaikan dengan pengalaman transaksi seluler.

Selain penyesuaian dasar, banyak juga yang menggunakan trik pemasaran atau inovasi produk untuk mengimplementasikan strategi ini

Salah satu contohnya adalah Ikea yang menggunakan model yang merepresentasikan penduduk lokal di media sosialnya. Mungkin Anda juga tahu beberapa, seperti McDonald’s yang berkali-kali menyiapkan menu lokal, seperti paket sarapan Nasz Uduk atau hamburger dengan nasi goreng yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia. Sayangnya, strategi ini justru membuat sebagian orang skeptis terhadap inovasi ini.

Berbeda dengan KFC yang akhir-akhir ini menjual kue pukis sebagai salah satu menunya dan secara mengejutkan menjadi andalan. Merek lain seperti jajanan Lay juga menghasilkan berbagai rasa tergantung negaranya, seperti Magic Masala di India, Kaviar Merah di Rusia, Makanan Laut di Asia Tenggara, dll.

Strategi pelokalan bisa berhasil dalam tahapan penetrasi merek di negara tertentu, tetapi semuanya harus dilakukan berdasarkan penelitian karena mungkin juga ada area yang menyukai hal-hal baru dari luar dan tidak memerlukan terlalu banyak penyesuaian. Gimmick marketing juga perlu diperhatikan jika tidak ingin customer Anda kabur karena terlalu “terpaksa” menjadi lokal.